Bawaslu Kabupaten Nganjuk Gelar Apel Pagi, Fokus pada Penguatan Kelembagaan di Tahun 2026
|
Nganjuk.bawaslu.go.id – Upaya penguatan demokrasi terus dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur melalui konsolidasi demokrasi yang dilakukan secara masif di seluruh kabupaten/kota. Setidaknya sampai Triwulan 1 (Januari-Maret), Bawaslu Kabupaten/Kota telah melakukan 411 konsolidasi dengan melibatkan 3.693 warga.
Koordinator Divisi Hukum dan Diklat Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta memberikan apresiasi atas kinerja Bawaslu Kabupaten/Kota.
”Saya mengapresiasi kinerja Bawaslu Kab/Kota dalam melaksanakan konsolidasi demokrasi secara konsisten dan kreatif. ” ungkapnya
Alumni Universitas Brawijaya ini menggunakan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan kegiatan nom-buggeter.
"Konsolidasi demokrasi ini dilakukan dengan kreatif dan inovatif dari kabupaten/kota tanpa berbasis anggaran. Sekali lagi kami mengapresiasi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur," tambahnya
Menurutnya, literasi demokrasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga negara akan nilai-nilai demokrasi.
”Kami berharap warga Jawa Timur dapat berpartisipasi secara aktif bersama Bawaslu untuk melakukan pencegahan dan pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu,” tambahnya
Berdasarkan data yang dihimpun sementara, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, tercatat total 411 kegiatan konsolidasi demokrasi telah dilaksanakan dengan jumlah peserta mencapai 3.693 orang.
Sebaran kegiatan menunjukkan intensitas yang cukup tinggi di beberapa daerah, dengan Kabupaten Bangkalan mencatat jumlah terbanyak yakni 126 kegiatan, disusul Blitar dengan 53 kegiatan, serta Kota Mojokerto sebanyak 37 kegiatan.
Dari total 411 kegiatan tersebut, sebanyak 320 kegiatan dilaksanakan secara tatap muka, sementara 91 lainnya dilakukan secara dalam jaringan. Adapun pelaksanaan kegiatan didominasi oleh Bawaslu Kabupaten/Kota sebanyak 355 kegiatan, serta 56 kegiatan lainnya merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak.
Dari sisi narasumber, sebanyak 322 kegiatan menghadirkan narasumber internal Bawaslu, sementara 89 kegiatan lainnya melibatkan narasumber eksternal. Hal ini menunjukkan keterbukaan dan kolaborasi lintas sektor dalam menguatkan pemahaman demokrasi di tengah masyarakat.
Rewrrite : Bawaslu Provinsi Jawa Timur