Maknai Hardiknas, Mahrus Ali: Semboyan Tut Wuri Handayani Relevan untuk Pengawas Pemilu
|
Nganjuk.bawaslu.go.id – Apel pagi rutin hari Senin di Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Nganjuk berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Pimpinan serta jajaran staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Senin (4/5/2026).
Bertindak selaku Pembina Apel, Anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Mahrus Ali Sofyan, memberikan arahan yang mengangkat makna peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026 lalu.Dalam amanatnya, Mahrus menegaskan bahwa semboyan Ki Hajar Dewantara, "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani" tidak hanya relevan di dunia pendidikan, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi pengawas pemilu.
“Bukan hanya di dunia pendidikan, arti dari semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani juga bermakna dalam bagi kita pengawas pemilu,” tutur Mahrus.
Ia menjelaskan, falsafah tersebut sejalan dengan peran Bawaslu dalam mengawal demokrasi. Ing Ngarso Sung Tulodo dimaknai bahwa Bawaslu harus menjadi teladan integritas di garis depan. Ing Madyo Mangun Karso berarti Bawaslu hadir di tengah masyarakat untuk membangun semangat dan kesadaran politik. Sementara Tut Wuri Handayani adalah dorongan dari belakang agar seluruh elemen bangsa berpartisipasi aktif mengawasi pemilu.
Menurutnya, ketiga nilai itu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas.
“Demokrasi yang cerdas lahir dari teladan, semangat, dan dorongan bersama,” tegas Mahrus di hadapan peserta apel.
Apel pagi ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Nganjuk untuk terus menginternalisasi nilai-nilai pendidikan dalam setiap tugas pengawasan.