Bawaslu Kabupaten Nganjuk Gelar Literasi Demokrasi, Mas Jojo Fokus pada Kualitas Kinerja Kehumasan dengan Strategi Digital
|
Nganjuk.bawaslu.go.id – Literasi demokrasi memainkan peran penting dalam membangun partisipasi politik masyarakat yang berkualitas dan berintegritas. Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu memiliki tugas dan fungsi strategis untuk memastikan bahwa proses pemilu berjalan secara demokratis, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan negara.
Pesan penting tersebut disampaikan dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan Penguatan Kelembagaan dengan Sub tema “Literasi Demokrasi untuk Mewujudkan Pemilu Berintegritas” di Hotel Front One Nganjuk oleh Yusuf Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur . Kamis (02/10/2025)
Peserta berasal dari berbagai unsur lembaga Mitra, organisasi masyarakat/OKP, Perguruan Tinggi, media hingga kelompok masyarakat difabel, hal ini mencerminkan inklusivitas dalam penguatan demokrasi.
Narasumber pertama merupakan Tenaga Ahli Komisi II DPR RI Agustinus Eko Raharjo, S.Sos hadir yang hadir dengan materi “Evaluasi Pengawasan Pemilu dan Penguatan Komunikasi Publik Bawaslu pada Masa Post Election / Non Tahapan”.
Pria yang akrab disapa Mas Jojo ini mengungkapkan betapa pentingnya pengelolaan kanal Media Sosial. Media sosial memungkinkan komunikasi dua arah antara organisasi dan masyarakat, sehingga memungkinkan organisasi untuk mendengarkan dan merespons kebutuhan dan kekhawatiran masyarakat. Media sosial telah menjadi bagian penting dalam strategi kehumasan di era digital modern saat ini.
Beliau juga menyoroti terkait efektifitas Media Sosial Bawaslu Kabupaten Nganjuk yang menyajikan beberapa konten berupa Konten Edukatif dan Konten Informatif yang disajikan melalui reels video dan flyer.
“Ini menandakan kehumasan di Bawaslu Kabupaten Nganjuk telah berjalan dengan baik dibuktikan lewat aktifnya postingan- postingan terkait kegiatan dan informasi terkait tugas dan fungsi Bawaslu demi membangun citra yang positif dan konsisten, sehingga meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat” ulasnya.
Tanoyo selaku Koordinator Divisi Humas merespon positif hal tersebut dengan mengucapkan banyak terimakasih atas saran dan kritik beliau.
“Apresiasi yang baik ini akan kami gunakan untuk meningkatkan kualitas kinerja kehumasan yang professional dan lebih efektif lagi kedepan” ungkap Tanoyo.
Agustinus Eko Raharjo juga membahas terkait apa makna Demokrasi itu sendiri terutama di masa non tahapan, dimana makna Demokrasi ada pada Keterlibatan masyarakat yang subtantif dan suara rakyat yang benar- benar berdaulat.
“Kekuatan Bawaslu ada pada Integritas dan Kapasitas, Bawaslu harus hadir dengan menjadi pengawas yang netral, partisipasi masyarakat dan menjaga garis suara rakyat dengan teladan moral yang dimulai diri sendiri” ujarnya.
Beliau juga menyatakan pentingnya kegiatan penguatan kelembagaan dimana jika pengawasan berjalan dengan baik maka praktik- praktik kecurangan bisa menurun dan kepercayaan public akan meningkat.
“ Pemilu itu sendiri dapat mencerminkan suara rakyat yang sebenarnya sehingga tercipta demokrasi yang substansial” tambahnya.
Penulis : Enthis
Editor :Fina