Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Nganjuk Optimalkan Pencapaian Kinerja Melalui Sharing Knowledge Penyusunan Manajemen Risiko

Yudha sampaikan arahan dalam sharing knowledge manajemen risiko

Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk Yudha Harnanto sampaikan arahan dalam kegiatan Sharing Knowledge Penyusunan Manajemen Risiko, Senin (22/6/2026)

Nganjuk.bawaslu.go.id – Dalam rangka mengamankan seluruh sumber daya yang dimiliki, termasuk aset fisik, keuangan, sumber daya manusia, dan teknologi dari berbagai potensi kerugian, Bawaslu Kabupaten Nganjuk melaksanakan Sharing Knowledge terkait Sosialisasi Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko di Lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum. Kegiatan dihadiri Ketua, Anggota, Kepala Sekretariat, Kasubbag dan seluruh jajaran staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Nganjuk, pada Senin (22/6/2026).

Manajemen risiko sendiri merupakan usaha untuk mengelola risiko dengan cara memonitor sumber risiko, melacak, dan melakukan serangkaian upaya agar dampak risiko bisa diminimalisasi

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Yudha Harnanto, menegaskan bahwa manajemen risiko harus dipahami sebagai instrumen pengendalian yang terintegrasi dengan budaya kerja organisasi, bukan sekadar pemenuhan administrasi.

“Keberhasilan penerapan manajemen risiko memerlukan dukungan budaya risiko yang kuat, komitmen pimpinan, struktur pengelolaan yang jelas, sistem informasi yang memadai, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan. Setiap unit kerja perlu memahami risiko yang dihadapi dan menyusun langkah penanganan secara sistematis agar target kinerja organisasi dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudha menjelaskan bahwa identifikasi risiko sejak dini menjadi langkah penting untuk mengenali potensi hambatan yang dapat memengaruhi pencapaian sasaran organisasi. Dengan demikian, strategi mitigasi yang tepat dapat disusun dan diterapkan secara efektif.

meyta sampaikan materi
Kasubbag Administrasi Meytaliana Factmawati memberikan materi 

Kasubbag Administrasi Meytaliana Factmawati S.Si selaku pemateri menyampaikan bahwa Manajemen risiko merupakan serangkaian kegiatan terencana dan terukur untuk mengelola dan mengendalikan risiko yang berpotensi mengancam keberlangsungan dan pencapaian tujuan organisasi.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini memiliki peran penting dalam penyusunan berbagai dokumen pendukung pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), khususnya Laporan Pelaksanaan Penanganan Risiko yang menjadi bagian dari Laporan Monitoring Penyelenggaraan SPIP. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh divisi mampu mengidentifikasi secara komprehensif berbagai kemungkinan kejadian yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi. Identifikasi tersebut mencakup indikator kinerja, uraian risiko, penyebab, dampak atau potensi kerugian yang ditimbulkan, efektivitas pengendalian yang telah ada, hingga penilaian tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan dampaknya,” jelas Meytaliana.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Nganjuk menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pengelolaan risiko yang efektif. Diharapkan, seluruh jajaran mampu menerapkan manajemen risiko secara konsisten sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu yang profesional, berintegritas, dan berkualitas.

 

Penulis : staf Humas

Foto : Zaid

Editor : Meyta