Bawaslu Nganjuk - Peran Perempuan Dalam Pemilu Serentak 2019
|
Anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk Fina Lutfiana Rahmawati, M.Pd memberikan materi diskusi peran perempuan dalam pemilu serentak 2019, Sabtu (9/3/2019).
Nganjuk, Bawaslu Nganjuk gelar diskusi tentang peran perempuan dalam pemilu serentak 2019 dengan mengambil tema stop money politic (politik uang) yang diselenggarakan pada Sabtu 09 Maret 2019 di Pendopo Andaru Nganjuk. Diskusi ini turut dihadiri Ibu Bupati Yuni Sophia Selaku Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW), Jama'ah Al-Hidayah, Woman Crisis Center, Fatayat, PMII, dan lainnya.
Acara dibuka oleh Abdul Azis, S. Sos.I (Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk) yang pada sambutannya menyampaikan "Peran perempuan sangat menentukan arah bangsa dan negara, suksesnya pemilu juga ditentukan dari peran partisipatif perempuan terhadap pemilu, harapan setelah mengikuti acara ini perempuan dapat memaksimalkan peran aktifnya dalam mensosialisasikan terkait pemilu, mengingat perempuan mendominasi jumlah DPT di Kabupaten Nganjuk", ujarnya sebelum dilanjutkan pembacaan naskah deklarasi oleh Fina Lutfiana Rahmawati, M.Pd.
Fina Lutfiana Rahmawati, M.Pd. yang merupakan satu-satunya perempuan Anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk dan sebagai penggagas acara ini menyampaikan dalam materi diskusinya "Pemilu itu milik semua Warga Negara Indonesia, tapi pada kenyataanya kaum perempuan sangat minoritas dalam hal kepemiluan, hal ini didasari kurangnya pendidikan politik praktis terhadap perempuan, sehingga kuota 30% persen tidak dapat dipenuhi oleh perempuan", Ujar Fina.
Selain itu materi juga disampaikan oleh Ibu Bupati Yuni Sophia sebelum dilanjutkannya sesi tanya jawab dengan peserta. Yuni menyampaikan bahwa "sebagai perempuan harus kritis dalam menyambut pesta demokrasi tahun ini, jangan sampai terpengaruh oleh money politic (politik uang) atau dalam bentuk sejenisnya". Terlebih Yuni juga memberi masukan kepada Bawaslu Kabupaten Nganjuk untuk membuat posko-posko pengaduan pelanggaran pemilu yang mudah dijangkau oleh warga nganjuk khususnya kaum perempuan.