Ngabuburit Edisi 2; Satu Tulisan, Satu Sudut Pandang, Setia Dari Awal sampai Akhir
|
Nganjuk, nganjuk.bawaslu.go.id- Untuk kedua kalinya Bawaslu Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Ngabuburit Online melalui aplikasi zoom, diikuti oleh Penanggung Jawab Kehumasan beserta Staf Humas Kabupaten / Kota Se-Jawa timur (6/5/2020).
Peserta vidcon Ngabuburit Edisi 2 Bawaslu Jawa Timur
Bagaimana sih cara menentukan angle dan lead sebuah berita agar menarik dan tepercaya? Berikut penjelasan Elly.
“Satu Sudut Pandang, Setia Dari Awal sampai Akhir, itu rumusnya”, cara menentukan suatu angle kata Elly.
Angle adalah sudut pandang, layaknya sebuah mata kita memandang sebuah obyek.
Mantan Jurnalis Radio Prosalina FM ini menyampaikan bahwa dalam memilih angle suatu tulisan bisa berdasarkan beberapa aspek, diantaranya; menarik, paling penting, paling berdampak bagi masyarakat sehingga akan menghasilkan suatu berita yang layak (news value).
Lewat pesan, “Tips dalam menghasilkan tulisan yang baik adalah dengan menulis, menulis dan menulis”,Pesan Elly.
Diharapkan para peserta kegiatan ini memiliki kemauan dan keinginan yang tinggi untuk terus belajar menulis setiap hari.
Tips lain disampaikan oleh Rofiudin Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sebagai narasumber, ia memaparkan kiat-kiat dalam membuat berita yang faktual, aktual dan akurat.
Ma Rofi panggilan akrabnya, ia lebih menjelaskan bagaimana cara mengangkat judul-judul yang diangkat dari sebuah angle.
“Membuat judul harus ringkas, padat dan to the point, maksimal menggunakan 8 kata”, Katanya.
Mantan jurnalis majalah tempo ini juga memaparkan banyak contoh-contoh judul yang bisa diangkat dalam satu persoalan. Tak hanya itu Rofi juga memberikan prinsip menulis berita yang praktis dan berbobot.
“Prinsip piramida terbalik, intinya adalah apa-apa yang penting, akan lebih baik diletakkan di bagian awal berita dan apa-apa yang sekiranya tidak penting diletakkan di akhir berita”, jelasnya.
Catatan tersendiri yang diberikan oleh seorang rofi, ia memberikan tipsnya yakni menggunakan maksimal 20 kata dalam satu kalimat, agar suatu berita nampak jelas maka hindari kata sifat, dan juga memanfaatkan kata- kata bantu seperti; kata ringkas, mengeluarkan dan juga recomendasikan.
“Semoga dengan kegiatan ini bisa memberikan kontribusi baik nantinya terhadap bawaslu untuk memberikan informasi yang actual dan mudah dimengerti oleh masyarakat banyak,” harapnya.(/humas)