Ngaso virtual edisi 3, Peran Kampus Dalam Perbaikan Demokrasi
|
Nganjuk, nganjuk.bawaslu.go.id- Bawaslu Kab.Nganjuk kembali menyapa sahabat dalam Ngaso Virtual edisi 3 (ketiga), dengan mengusung tema “Peran Kampus Dalam Perbaikan Demokrasi”, Selasa(11/05).
Kali ini dihadirkan langsung narasumber dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Bapak Aang Kunaifi , selaku Koordinator Divisi Pengawasan. Dengan host kita yang kece yakni Fina Lutfiana Rahmawati (Anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk).Tak hanya itu, peserta Ngaso Virtual juga diikuti dari beberapa wilayah tak hanya peserta dari Nganjuk saja.
Saat mengisi diskusi virtual Ngobrol dan Sosialisasi (Ngaso Virtual) Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Aang Kunaifi mengatakan Mahasiswa di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam perbaikan demokrasi. Sudah saatnya kita mendorong mahasiswa untuk dapat melakukan peran pengawasan partisipatif secara mandiri, sebagai pemantau maupun menjadi relawan demokrasi dari penyelenggara pemilu.
Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan ruang ekspresi bagi mahasiswa dalam merespon berbagai fenomena pemilu guna menegakkan kedaulatan di tangan rakyat.
“Jika mahasiswa menemukan praktek pembagian sembako di tempat ibadah, dan pelanggaran lainnya yang dilihat disekitar, laporkan ke Bawaslu. Bisa langsung ke kantor, atau yang termudah melaporkan lewat media sosial resmi Bawaslu. Kita juga punya Gowaslu, ” jalasnya
Alumni Universitas Ma’arif Hasyim Latif (Umaha) ini menceritakan bahwa perguruan tinggi memiliki program pengadian masyarakat untuk mahasiswa akhir. Hanya saja menurutnya, sampai sekarang program pengabdian masyarakat di dunia kampus cenderung menoton.
“Dari dulu program pengabdian masyarakat itu identik dengan memasang petunjuk jalan. Kami mendorong program pengadian masyarakat dari kampus itu dijadikan sarana untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi,” tuturnya.
Pimpinan termuda Bawaslu Jatim ini menyatakan bahwa kampus memiliki tridarma perguruan tinggi. Yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian. Posisi mahasiswa adalah kelompok menengah dan intelektual yang bisa mengomunikasikan pesan kepada masyarakat tentang demokrasi.
“Langkah kongkrit yang bisa dilakukan mahasiswa adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang demokrasi. Lakukan kajian riset dan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat demi perbaikan demokrasi,” pungkasnya.
Diskusi virtual berlangsung cukup menarik dipandu oleh Anggota Bawaslu Nganjuk, Fina Luthfiana. Pertanyaan kritis diajukan oleh mahasiswa yang terlibat dalam diskusi. Mulai politik uang, trik menyadarkan masyarakat, dan gagasan perlunya kurikulum pengawasan di kampus. Acara berlangsung dari jam 14.00 sampai jam 16.00.
Puluhan Peserta Ngaso Virtual Bawaslu Kabupaten Nganjuk Edisi 3 11/05)