Peer Learning Peningkatan Kinerja Kelembagaan, Bawaslu Nganjuk Fokus Pemahaman Pilot Project
|
Nganjuk.bawaslu.go.id – Seluruh pimpinan dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Nganjuk ikuti Zoom Meeting Peer Learning Vol 1 sebagai rangkaian dari penguatan kinerja kelembagaan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penguatan Kelembagaan yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota. Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits saat membuka acara menuturkan bahwa peer learning sebagai ruang belajar yang setara. Kamis (11/10/2025)
“Ini sebagai ruang belajar yang setara. Tidak ada pimpinan, pejabat atau staf. Semuanya setara, punya pengalaman dan kita bisa saling belajar. Khususnya kali ini temanya tentang peningkatan kinerja kelembagaan,” ungkapnya
Penguatan kelembagaan yang Warits maksud meliputi 8 bidang utama. Antara lain, akuntabilitas keuangan, pelayanan informasi hukum dan PPID, hubungan dan eksistensi kelembagaan, pengolahan data, literasi demokrasi, manajemen kelembagaan dan penataan tata kelola internal dan modernisasi birokrasi internal.
”Secara bergilir nanti setiap sub bidang akan berbagi cerita pengalamannya. Harapannya nanti bisa digetuk tularkan kepada kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur. Sekitar 9 pertemuan nanti untuk peer learning ini,” ungkapnya
Yang menarik dari peer learning volume pertama adalah sesi testimoni dari staf yang dipilih secara acak. Adalah Okta yang mengungkapkan testimoninya.
“Sebelum adanya pilot project Peningkatan Kinerja Kelembagaan, saya pribadi merasakan adanya keterbatasan pemahaman mengenai apa yang sebenarnya menjadi tugas pokok dari formasi atau jabatan yang saya ampu. Selama ini, pekerjaan lebih banyak berjalan berdasarkan kebiasaan, arahan atasan, atau rutinitas harian, tanpa adanya acuan yang jelas dan terstruktur mengenai uraian tugas serta beban kerja yang seharusnya dijalankan,” ungkapnya
Namun demikian, menurut Okta melalui pelaksanaan pilot project ini, muncul kesadaran baru bahwa setiap formasi ternyata memiliki dokumen Analisis Jabatan (ANJAB) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang dapat menjadi pedoman. Dengan adanya ANJAB dan ABK, menjadi lebih mudah untuk memahami apa saja tanggung jawab inti dari jabatan yang diampu, bagaimana pembagian kerja dilakukan, serta sejauh mana peran masing-masing individu berkontribusi dalam pencapaian kinerja organisasi.
“Pilot project ini membuka wawasan bahwa kejelasan tugas pokok dan fungsi bukan hanya penting untuk individu, tetapi juga berdampak langsung pada efektivitas dan efisiensi kinerja kelembagaan secara keseluruhan,” pungkasnya.
Kegiatan ini dipandang perlu dilaksanakan untuk memperkuat praktik pilot project peningkatan kinerja kelembagaan dengan menekankan pada pembelajaran horizontal, kolaboratif dan berbasis pengalaman nyata.
Rewritter : Enthis from Admin Bawaslu Jatim