Lompat ke isi utama

Berita

Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten Nganjuk: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan untuk Pemilu Berintegritas

Itsna Shofiani, S.T., M.T

Itsna Shofiani, S.T., M.T menjelaskan materi terkait Mahasiswa sebagai agen Demokrasi. Kamis (2/10/2025)

Nganjuk.bawaslu.go.id – Demokrasi memberi kesempatan pada mahasiswa untuk menjadi kritis terhadap pemilu dan memahami proses politik yang lebih luas. Ungkapan tersebut dikemukakan oleh Itsna Shofiani, S.T., M.T sebagai Narasumber kegiatan Bawaslu Kabupaten Nganjuk bertajuk Penguatan Kelembagaan dengan Sub tema “Literasi Demokrasi untuk Mewujudkan Pemilu Berintegritas” di Hotel Front One Nganjuk. Kamis (02/10/2025)

Kegiatan yang dibuka oleh Yusuf Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur ini juga menghadirkan tiga Narasumber lain yakni Y. Aria Bima Trishastoto, lalu Dr. H. Harjono, S.H., MCL dan Agustinus Eko Raharjo, S.Sos.

Itsna menyampaikan mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam menjaga dan menegakkan nilai-nilai demokrasi melalui materi yang disampaikan terkait “Peran Perguruan Tinggi Dalam Literasi Demokrasi untuk Mendorong Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu” 

“Peran awal perguruan tinggi adalah memberikan ruang demokrasi yang terarah, sehingga mampu melaksanakan demokasi dengan mendukung terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera” tegasnya.

Perempuan yang masih menjalani profesi sebagai Dosen di Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN) ini menyatakan perguruan tinggi harus mendukung kelembagaan pengawas pemilu untuk pelaksanaan pemilu yang berintegritas melalui Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan dan pengabdian masyarakat. 

“Peran strategis mahasiswa dalam mengawasi jalannya pemilu menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya kecurangan dan memastikan proses yang transparan” tegasnya.

Tentunya hal ini bisa terwujud dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan dibidang kepemiluan seperti kuliah umum, forum diskusi, dengan materi tentang pemilu dan media edukatif tentang literasi demokrasi pemilu.

Melalui forum ini, Bawaslu Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa pengawasan demokrasi bukan hanya tugas lembaga, tetapi juga tanggung jawab kolektif masyarakat, termasuk generasi muda. Dengan literasi demokrasi yang baik mahasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap demokrasi dan masa depan bangsa.

Penulis : Enthis

Editor : Fina