Strategi Baru Pengawasan Pemilu Melalui Lagu “Kawal Pemilu”
|
Tahun ini untuk pertama kalinya Pemilu Serentak dilaksanakan secara bersamaan, selain memilih Presiden dan Wakil Presiden, Pemilu 2019 juga menjadi momen bersejarah bagi rakyat Indonesia untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Cegah, Awasi, Tindak sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat sebagai prinsip dasar dari proses Pengawasan dalam Pemilu dimana ketiga kata tersebut merupakan slogan (tagline) Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Masyarakat memiliki harapan besar terhadap Bawaslu dalam mengawal demokrasi di Indonesia sebagai lembaga pengawas pemilu. Segala tindakan upaya pencegahan, pengawasan, maupun penindakan pelanggaran telah dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Nganjuk.
Di era sosial media saat ini banyak cara yang dapat dilakukan untuk menginformasikan dan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengawasan Pemilihan Umum. Salah satunya adalah lewat karya seni musik yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Nganjuk. Sosialisasi dengan lagu adalah hal unik yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Nganjuk selama proses tahapan pemilihan umum tahun 2019. Pada dasarnya musik merupakan bagian terpenting dari budaya manusia. Dalam situasi apapun musik dapat mengisi kehidupan, termasuk dalam hal kepemiluan. Musik telah menjadi bagian dari kebutuhan manusia, musik adalah bagian dari tingkah laku manusia sehingga tidak dapat dilepaskan dari budaya tertentu. Sehingga, melakukan sosialisasi melalui lagu adalah langkah awal Bawaslu Kabupaten Nganjuk mengubah budaya politik yang lebih baik yang menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Melalui pemikiran kreatif dan jiwa seni tersebut, Anggota bawaslu Kabupaten Nganjuk berhasil menciptakan lagu berjudul “kawal pemilu” sebagai media sosialisasi kepada masyarakat Nganjuk. Lagu yang mempunyai makna mengajak masyarakat untuk mengawasi pemilu ini merupakan single perdana Bawaslu Kabupaten Nganjuk yang dinyanyikan langsung oleh Fina Lutfiana Rahmati, S.Pd.I, M.Pd. Sebagai satu-satunya anggota Bawaslu perempuan di Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Fina juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Fina ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa Bawaslu bukanlah suatu lembaga yang harus ditakuti. Terlebih masyarakat wajib ikut andil berperan dalam mewujudkan tegaknya demokrasi yang dimulai dari diri sendiri dengan berbagai cara. Hal inilah yang menjadi berbeda dengan Bawaslu Kabupaten/Kota lain se Indonesia, tak jarang juga mendapat apresiasi dari mereka maupun dari Pimpinan yang ada di Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Bahkan Bawaslu Kota Madiun pernah mengundang kelima anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk untuk menghadiri dan menyanyikan lagu “kawal pemilu” dengan iringan musik campursari pada acara sosialisasi pengawasan pemilu 2019 yang di gelar di Alun-Alun Kota Madiun.
Berikut merupakan lirik dari lagu “Kawal Pemilu” :
Bersama rakyat awasi pemilu
Bawaslu Nganjuk tetap tegakkan
Keadilan pemilu...
Walaupun ada masalah dan sengketa
Namun demokrasi diwujudkan
Ayo cegah, awasi, kita tindak
Ayo awasi, Ayo peduli, Bawaslu Nganjuk mengawal pemilu
Ayo hindari money politics
Cinta damai tuk mengabdi NKRI
Pancasila jati diri negeri ini
Bersama rakyat, awasi pemilu
Bawaslu Nganjuk tegakkan pemilu
Keadilan pemilu
Lirik diatas merupakan gagasan pemikiran dari kelima anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk. Terlihat sederhana namun mempunyai makna dan tujuan yang mendalam, bukan hanya dalam hal pengawasan, lirik tersebut juga mengandung makna terkait penindakan suatu pelanggaran yang terdapat pada kalimat “Walaupun ada masalah dan sengketa, Namun demokrasi diwujudkan”. Selain itu, ada pesan himbauan kepada masyarakat untuk tidak menerima politik uang dari calon DPRD ataupun peserta politik yang tertuang pada lirik “ayo hindari money politics”. Video klip yang berdurasi 5:32 menit beserta ini dapat dilihat dan di unduh di channel youtube “Bawaslu Nganjuk”. Melalui lagu ini, Seluruh jajaran pengawas pemilu di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan diwajibkan untuk hafal dan memutar lagu atau video klip dalam kegiatan yang dilaksanakan.
Strategi baru ini sangat efektif dan terbukti berhasil sebagai alat untuk mengajak masyarakat mengawasi pemilihan umum tahun 2019. Dengan diviralkannya lagu ini melalui radio, surat kabar, kegiatan kepemiluan, maupun media sosial (youtube, instagram, facebook, dan twitter). Pemilu serentak 2019 berjalan dengan aman dan lancar di Kabupaten Nganjuk, tidak ada sengketa yang mengharuskan adanya penghitunga ulang maupun tindak pidana kepemiluan.