Lompat ke isi utama

Berita

Teguhkan Komitmen Nilai- Nilai Pancasila, Bawaslu Nganjuk Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2025

Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2025

Bawaslu Kabupaten Nganjuk melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2025. Selasa (2/6/2025)

Nganjuk.bawaslu.go.id – Berdasarkan Surat Edaran Bawaslu Nomor 27 Tahun 2025, Bawaslu Kabupaten Nganjuk melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 dengan mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” pada Selasa, 2 Juni 2025 di Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Nganjuk.

Yudha Harnanto Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk selaku Pembina Upacara membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang salah satunya berbunyi bahwa pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital.

Pertama, dalam dunia pendidikan, kita perlu menanamkan Pancasila sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian. Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral.

Kedua, di lingkungan pemerintahan dan birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

Ketiga, dalam bidang ekonomi, kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

Keempat, dalam ruang digital, kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong.

Upacara yang berlangsung secara khidmat ini sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh peserta untuk terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan, serta meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penulis dan Foto : Enthis