Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Pendidikan Kepemiluan, Bawaslu Nganjuk Kuatkan Sinergi dengan Kemenag dan UPDN

Bawaslu Nganjuk MOU dengan Kemenag dan UPDN

Bawaslu Nganjuk melaksanakan MOU dengan Kemenag dan UPDN. Rabu (29/10/2025).

Nganjuk.bawaslu.go.id – Demi memperkuat kolaborasi dalam pengawasan partisipatif,  Bawaslu Kabupaten Nganjuk melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk dan Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN) bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Nganjuk. Rabu (29/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Kemenag Nganjuk, UPDN, serta perwakilan Karang Taruna Kabupaten Nganjuk.

Menurut Hj. Abdul Rahman Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, penandatanganan MoU ini merupakan salah satu langkah mempererat sinergi antara Kemenag dan Bawaslu dalam menghadapi masa transisi menuju tahapan Pemilu. Dengan adanya kolaborasi ini merupakan langkah preventif dan edukatif dalam menghadapi proses pemilihan umum.

“Pemilih pemula adalah bagian penting dari masa depan demokrasi. Mereka harus dibekali dengan pemahaman yang benar, tidak mudah terprovokasi hoaks, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang dan nilai-nilai luhur,” ujarnya.

 Sementara itu, Rektor Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk menyambut baik kerja sama tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. MoU ini sangat penting dan memiliki jangkauan luas. Pendidikan politik perlu diperkenalkan agar generasi muda memahami hak dan peran mereka sebagai pemilih,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Yudha Harnanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa Bawaslu berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hak pilih.

 “Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi riset dan dokumen ilmiah yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Yudha Harnanto menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya soal teknis dan penindakan, tetapi juga penguatan pendidikan kesadaran berdemokrasi sejak dini.

“Dunia Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter. Karena itu, kerja sama ini sangat penting untuk memastikan bahwa suara generasi muda nantinya bukan sekadar formalitas, tetapi keputusan yang sadar dan berintegritas,” katanya.

Dengana adanya Nota Kesepamahaman ini dimaksudkan sebagai landasan kerja sama para pihak dalam upaya mendukung pendidikan kepemiluan, kepemudaan dan pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan.

Kegiatan penandatanganan MoU berlangsung lancar dan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun sinergi antara lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Penulis : Luluk UIN, Enthis

Foto : Mutia, Salma UIN