Dibalik buku PEREMPUAN YANG
|
Sidoaro, nganjuk.bawaslu.go.id_ Rabu (11/03) Fina Lutfiana Rahmawati Anggota Bawaslu Nganjuk yang juga merupakan anggota dari Srikandi Pengawas Pemilu se-Jawa Timur ikut serta hadir dalam peluncuran buku Perempuan Yang.
Acara launching buku dibersamai dengan Penandatanganan Kerja-Sama antara Bawaslu Jatim dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), dan sosialisasi pengawasan partisipatif untuk kelompok perempuan.
Kreativitas peremuan Srikandi Jawa Timur dalam meningkatkan partisipasi perempuan tak pernah luntur. Kali ini dibuktikan dengan penulisan bersama buku berjudul Perempuan Yang. Buku yang berisi pengalaman dan harapan dari para perempuan pinggiran.
Nur Elya Anggraini selaku Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga menyampaikan bahwa buku yang di launching merupakan kumpulan tulisan dari Srikandi Pengawas Pemilu se-Jawa Timur yang memotret para perempuan pinggiran di Jawa Timur.
“Selama ini para perempuan yang menjadi nelayan, buruh pabrik, driver ojek online, kuli panggul, waranggana, santri dan para perempuan yang terpinggirkan secara ekonomi nyaris tak tersentuh dalam advokasi. Kami mengangkat cerita tentang mereka dalam buku tersebut. Sudah saatnya mereka ikut bicara, ” Ungkapnya.
Para perempuan mempunyai pandangan tersendiri tentang Pemilu 2019 kemarin. Pertanyaan yang dilontarkan dalam forum kegiatan dialog secara langsung kepada mereka yang tertulis di buku, Bagaimana pendangan mereka tentang banyak hal diantaranya Pemilu, partisipasi kelompok-kelompok perempuan di masing-masing latar belakang tersebut dan bagaimana strategi dalam menghadapi money politic itu seperti apa. Itu semua dikupas dan diceritakan dalam buku Perempuan Yang.
Fina Lutfiana baju ungu salah satu tim penulis buku Perempuan Yang
“Kami berharap, para perempuan bisa menjadi mitra kerja bawaslu dalam pengawasan partisipatif, merangkul para perempuan-perempuan agar bisa lebih aktif dalam berpolitik, mampu ikut serta dalam mengawal jalannya proses demokrasi pemilu di indonesia dengan cerdas dan kritis,“ ungkap Fina
Istilah Srikandi di Bawaslu yakni mereka perempuan pengawas pemilu yang ada di Jawa Timur, jumlah pengawas perempuan di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi berjumlah 25 orang untuk saat ini.