Masyarakat Nganjuk Gereget ; Radio Talk Show Bawaslu Nganjuk
|
Nganjuk.bawaslu.go.id- Radio Talk Show Bawaslu Kabupaten Nganjuk di media penyiaran RSAL 105.3 FM di jalan Megantoro no 21 Kecamatan Nganjuk, Fina Lutfiana Rahmawati sebagai narasumber kali ini dengan didampingi host Asti Hanifah, selasa 18/5/2021.
Tema yang dibahas dalam kegiatan Talk Show Bawaslu Menyapa kali ini yakni Upaya Pencegahan Bawaslu melalui riset.
Masih dalam bulan idul fitri, Asti penyiar dan Fina sebagai narasumber menyapa pemirsa dengan mengucap minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Asti menanyakan terlebih dulu program-program Bawaslu Nganjuk pada saat ini. Fina menjelaskan , “Bawaslu mempunyai ikhtiar untuk mengedukasi masyarakat terkait pendidikan politik, sehingga bisa belajar dan mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukan Bawaslu Nganjuk untuk pemilihan kedepan. Bawaslu Nganjuk juga telah melaksanakan MoU dengan beberapa pihak Kampus, Pesantren (lebih kepada santri mengawasi), juga Bawaslu Nganjuk telah mempunyai 13 Desa Pengawasan Anti Politik Uang & Desa Pengawasan Partisipatif sebagai fungsi pencegahan”, jelas Fina.
Di Jawa Timur juga telah membuat produk riset tahun 2019 yakni tentang Evaluasi pada Pemilu 2019, dalam bentuk buku yang berjudul Perempuan Yang. Dimana di dalam buku tersebut mengangkat terkait perempuan rentan, Bawaslu Nganjuk menulis tentang perempuan Waranggana. Sebagai pegiat seni di Kabupaten Nganjuk yang perlu didengarkan suara-suaranya. Yang tengah berjalan Riset tahun 2021 tentang Evaluasi Pengawasan Pemilihan 2020 di Jawa Timur. Apabila pemirsa pendengar radio ingin melihat potret riset pengawasan Bawaslu bisa langsung datang ke Pojok Pengawasan di kantor Bawaslu Nganjuk jalan Dermojoyo, Payaman Kecamatan Nganjuk.
Dari pendengar radio telah melontarkan beberapa pertanyaan, diantaranya terkait pencegahan dan bagaimana dalam memilih pemimpin yang berkualitas.
Fina memaparkan bahwa, “ Perlu kesadaran pribadi, bagaimana memilih pemimpin yang jeli, pemilih harus kepo siapa yang akan dipilih. Jangan ikut-ikutan, jangan pula karena uang semata,” paparnya.
“Pemirsa semakin gereget dan semakin panas,”kata Asti (penyiar), penanya berikutnya menanyakan tentang ranah pilkades dalam penindakan yang bisa membuat jera calon, juga apakah sudah terpetakan daerah-daerah rentan maupun rawan terjadinya black campaign.
Fina menjawab dengan tegas bahwa, “ Ranah Pilkades bukan ranah Bawaslu, jadi KPU beserta Bawaslu hanya dalam Pemilihan Umum dan Pilkada. Juga sudah terpetakan daerah rawan melalui IKP (Indeks Kerawanan Pemilu) dari situ kita Bawaslu melakukan pencegahan. Melalui update info grafik yang telah dipublikasikan dalam sosmed maupun ke media massa. Bawaslu juga sudah berusaha terbuka dan terpetakan. Ayo masyarakat kita saling bergandengan tangan melakukan pengawasan kepemiluan, ikut berpartisipasi dan jangan khawatir untuk melaporkan pelanggaran dalam pemilu. //red