Talk Show Radio, Perempuan dan Pengawasan Partisipatif di Tengah Pandemi
|
nganjuk.bawaslu.go.id- Bawaslu Nganjuk kembali melaksanakan talk show radio di saluran RSAL 105,3 FM. Kali ini Fina Lutfiana Rahmawati, S.Pd,.I.M.Pd (Kordiv Penanganan Pelanggaran) dan host terkece yakni Asti Hanifah kembali menyapa masyarakat Nganjuk. Tema yang dibahas tentang Perempuan dan Pengawasan Partisipatif di tengah Pandemi, senin 12/07/2021.
Dalam interaksi via google meet bersama RSAL FM, Fina memaparkan bahwa " Peran aktif perempuan dalam jalannya demokrasi dapat dilihat pada pemilu 2019. Bawaslu sudah melaksanakan sosialisasi di kalangan perempuan, baik dalam masyarakat yang notabennya masyarakat pinggiran, pegiat seni, pegiat desa. Harapannya disaat pandemi seperti ini sebagai follow up Bawaslu tentang bagaimana memaksimalkan peran perempuan dalam berkontribusi dalam pengawasan partisipatif,"paparnya.
Perempuan sebagai sekolah pertama, perempuan memiliki porsi masing-masing dalam bidang pendidikan, ekonomi, budaya juga dalam hal berpolitik. Pertanyaan dilontarkan dari salah satu masyarakat Nganjuk yang menanyakan terkait bagaimana perempuan yang telah berumah tangga bisa ikut berkontribusi dalam pengawasan pemilu?.
Dari pertanyaan tersebut Fina menjelaskan, " Masyarakat beranggapan bahwa ibu rumah tangga itu tidak bekerja, tidak bisa melakukan pengawasan. Padahal banyak juga Ibu rumah tangga yang dapat menghasilkan uang dari usaha online meskipun di rumah dimasa pandemi seperti ini. Perempuan sampai sekarang masih banyak yang dianggap rendah dalam berpolitik, hal - hal seperti itulah justru yang menjadikan tantangan, menjadi support bagi tugas Bawaslu untuk menjadikan perempuan untuk terus bisa melek politik, bisa berkontribusi dalam pengawasan pemilu".
Fina Lutfiana Rahmawati, S.Pd,.I.M.Pd
Fina juga menambahkan bahwa " Kontribusi perempuan dalam pengawasan pemilu dapat terlihat dari peran pengawasan pada pemilu 2019, Bawaslu memiliki agenda khusus perempuan yakni agenda gathering perempuan dengan menggandeng Gerakan Organisasi Wanita (GOW) sebagai wadah menyuarakan aspirasi para perempuan dalam berdemokrasi dan belajar berpolitik," tambahnya.
Sebelum mengakhiri talk show radio kali ini, Fina memberikan pesan motivasi bahwa di tengah pandemi seperti ini perempuan masih tetap berdaya untuk melakukan perannya masing-masing. Menjadi ibu, istri, pekerja maupun pendidik. Dan tentunya edukasi politik dapat dimulai dari rumah oleh perempuan. Membumikan pengawasan juga dapat dimulai dari pinggiran sampai ke perkotaan oleh perempuan.
Perempuan hebat, perempuan berdaya,negara kuat.//red